Arsitektur SSH-2 (RFC 4251)

waktu baca 2 menit
Kamis, 28 Agu 2025 03:48 0 400 Aban Sobana

Protokol SSH versi 2 memiliki arsitektur berlapis (layered architecture).
Tujuannya agar setiap lapisan punya fungsi jelas, lebih aman, dan mudah dikembangkan.

Tiga lapisan utama di SSH-2 adalah:


1. Lapisan Transportasi (Transport Layer)

  • Tugas utamanya:
    • Negosiasi awal (handshake) antara client dan server.
    • Menentukan algoritma enkripsi, kompresi, dan integritas data.
    • Menyediakan jalur komunikasi aman untuk lapisan atas.
  • Karakteristik:
    • Bisa mengirim/terima paket data hingga 32.768 byte (atau lebih, tergantung implementasi).
    • Secara berkala melakukan re-keying (tukar kunci baru) → biasanya setelah 1 GB data atau 1 jam, mana yang lebih dulu.

Ibaratnya: ini adalah fondasi keamanan sebelum komunikasi lanjut ke tahap login atau kirim data.


2. Lapisan Otentikasi Pengguna (User Authentication Layer)

  • Fungsinya: memverifikasi identitas pengguna (apakah benar orang yang ingin masuk).
  • Server hanya menanggapi permintaan otentikasi dari client → jadi prosesnya client-driven.

Metode otentikasi yang umum:

  1. Password → user memasukkan sandi. (Kadang tidak didukung semua program SSH).
  2. Public Key → menggunakan pasangan kunci (RSA, DSA, EdDSA, dll).
  3. Keyboard-Interactive → server mengirim pertanyaan (prompt), user menjawab. Bisa dipakai untuk one-time password (OTP) seperti S/Key, SecurID.
  4. API Authentication → integrasi dengan sistem otentikasi eksternal, misalnya Kerberos 5 atau NTLM. Biasanya dipakai di SSH komersial untuk single sign-on.

3. Lapisan Koneksi (Connection Layer)

  • Lapisan ini mengatur kanal (channels) dalam koneksi SSH.
  • Satu koneksi SSH bisa berisi banyak kanal yang berjalan bersamaan, misalnya:
    • Shell/terminal (akses command line server)
    • SFTP / SCP (transfer file)
    • Direct-tcpip (client → server forwarding)
    • Forwarded-tcpip (server → client forwarding)

Selain itu, lapisan ini juga menangani:

  • Perubahan ukuran terminal.
  • Exit code dari proses di server.
  • Port forwarding (meneruskan koneksi melalui SSH).

4. SSHFP DNS Record

  • Ekstensi tambahan untuk keamanan.
  • Menyimpan sidik jari (fingerprint) kunci publik SSH di DNS.
  • Fungsinya membantu memverifikasi keaslian host (apakah benar server yang dituju, bukan server palsu).

Aban Sobana

Guru Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 54 Jakarta

Dukung Saya Dengan Scan di Bawah Ini !

LAINNYA