SSH (Secure Shell) adalah protokol yang digunakan untuk menghubungkan komputer kita ke komputer lain (server) melalui jaringan dengan cara yang aman.
Kenapa aman? Karena SSH menggunakan enkripsi, sehingga data yang kita kirim tidak bisa dibaca orang lain walaupun ada yang menyadap.
Salah satu teknologi utama di SSH adalah public-key cryptography, yaitu metode yang menggunakan dua kunci berbeda untuk menjaga keamanan:
Dengan cara ini, komunikasi antara server dan client bisa terenkripsi, sehingga serangan seperti pembajakan sesi (man-in-the-middle) atau DNS spoofing bisa dicegah.
Secara umum, SSH menggunakan 3 jenis enkripsi utama agar pertukaran data lebih aman:
Mari kita bahas satu per satu dengan bahasa sederhana.

Enkripsi simetris dikenal juga dengan nama shared key (kunci bersama).
Uniknya, kunci yang digunakan tidak pernah benar-benar dikirim lewat jaringan. Server dan client punya caranya sendiri untuk menyepakati kunci yang sama tanpa perlu mengirimnya secara langsung. Inilah yang membuat metode ini aman.

Berbeda dengan simetris, enkripsi asimetris menggunakan dua kunci berbeda, yaitu:
Cara kerjanya:
Beberapa algoritma populer yang digunakan di SSH:

Selain enkripsi, SSH juga menggunakan hashing.
Contohnya:
Salah satu metode populer adalah HMAC (Hash-based Message Authentication Code), yang membuat data hampir mustahil dimanipulasi.
Dengan memadukan tiga metode enkripsi (Simetris, Asimetris, dan Hashing), SSH mampu:
✅ Melindungi data dari penyadapan
✅ Memastikan hanya pengguna asli yang bisa masuk
✅ Menjaga pesan agar tidak diubah pihak ketiga
Itulah alasan kenapa SSH lebih aman dibandingkan telnet atau FTP, dan sangat penting digunakan oleh administrator server maupun pengguna umum yang ingin menjaga keamanan data mereka.