Arsitektur dan Cara Kerja FTP

waktu baca 2 menit
Jumat, 19 Sep 2025 03:34 0 474 Aban Sobana

1️⃣ Arsitektur FTP (Model Client–Server)

FTP menggunakan model client–server, artinya ada dua pihak yang berkomunikasi:

  • Client → komputer yang meminta layanan (misalnya komputer siswa).
  • Server → komputer yang menyediakan layanan (misalnya komputer server sekolah).

📌 Cara kerjanya:

  1. Client terhubung ke Server melalui jaringan.
  2. Client login menggunakan username & password (atau login anonymous).
  3. Setelah login, client bisa:
    • Upload file → kirim file ke server.
    • Download file → ambil file dari server.
  4. Setelah selesai, client disconnect dari server.

🔧 Contoh Kasus

  • Guru menyiapkan server FTP di lab.
  • Siswa membuka aplikasi FTP Client (contoh: FileZilla) di komputer masing-masing.
  • Siswa masukkan IP server, username, password, lalu klik connect.
  • Setelah berhasil:
    • Download file “modul_praktikum.pdf” → kerjakan.
    • Upload file “tugas_kelompok.zip” → supaya guru bisa periksa.

📌 Kesimpulan:
Client = yang minta file / kirim file.
Server = yang menyediakan tempat penyimpanan file.


2️⃣ Perbedaan Active Mode dan Passive Mode

FTP bisa bekerja dengan dua mode koneksi: Active Mode dan Passive Mode.
Keduanya mempengaruhi bagaimana koneksi data dibuka antara client dan server.


🔵 Active Mode

  • Client → membuka koneksi ke port 21 server (untuk perintah).
  • Server → membuka koneksi balik ke port acak di komputer client (untuk transfer data).

📌 Sederhana-nya:
Server yang “menelpon balik” ke client untuk mengirim data.

Kelebihan:

  • Lebih cepat di jaringan lokal.

Kekurangan:

  • Kadang terblokir firewall karena server mencoba “masuk” ke komputer client.

Contoh Kasus:

  • Di lab sekolah, komputer siswa dan server berada di jaringan yang sama.
  • Guru minta siswa upload file.
  • Server langsung mengirim data balik ke komputer siswa → tidak ada masalah karena tidak ada firewall yang menghalangi.

🟢 Passive Mode

  • Client → membuka koneksi ke port 21 server (untuk perintah).
  • Client juga yang membuka koneksi ke port data yang disediakan server.

📌 Sederhana-nya:
Client yang menghubungi server sepenuhnya (tidak ada koneksi balik dari server).

Kelebihan:

  • Aman digunakan di jaringan internet atau jaringan dengan firewall.
  • Lebih mudah melewati NAT (misalnya WiFi sekolah yang ada proteksi).

Kekurangan:

  • Sedikit lebih lambat dibanding Active Mode.

Contoh Kasus:

  • Siswa mengakses FTP server sekolah dari rumah melalui internet.
  • Karena ada firewall, koneksi Active Mode akan gagal.
  • Dengan Passive Mode, client yang mengatur semua koneksi → berhasil download/upload file.

3️⃣ Ilustrasi Sederhana

ModeSiapa yang membuka koneksi data?Cocok digunakan di…
ActiveServer yang menghubungi ClientJaringan lokal (LAN)
PassiveClient yang menghubungi ServerInternet / jaringan yang ada firewall

4️⃣ Kesimpulan

  • Client–Server Model = Client minta, server memberi.
  • Active Mode cocok di LAN, lebih cepat, tapi bisa terblokir firewall.
  • Passive Mode cocok di internet atau jaringan dengan proteksi.

Aban Sobana

Guru Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 54 Jakarta

Dukung Saya Dengan Scan di Bawah Ini !

LAINNYA